RSS

Category Archives: BOOKS STORY

​💓 *Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban* 💓

​💓 *Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban* 💓

💖 Betapa ALLAH sangat mencintai hambaNya
💖 Sering mendengar saudara muslim kita atau bahkan merasakan sendiri, Allah tengah memberikan “kenikmatan” kepada kita
💖 Namun kali ini saya mendengar kabar yang sungguh luar biasa, luar biasa “Nikmat” yang ia terima hingga ia tidak lagi bisa mengingat apapun yang terjadi
💖 Yah, Allah cabut ingatanya, Allah ambil kenangannya, Allah ambil  “catatan hidupnya” selama ini..
💖 Sungguh Allah benar-benar mencintainnya, Allah ajari ia melalui ujian ini, Allah bentuk ia agar menjadi pribadi yang lebih baik
💖 Sungguh, Allah menginginkan ia “kembali”, “kembali” dengan keadaan yang Allah ridhoi, kembali agar panta menghadapNy kelak..
💖 Bisakah kita bayangkan jika Allah cabut ingatan kita sebelum kita bersungguh-sungguh menghafal firman-firmanNya❓❓
💖 Akankah kita terus meratapi segala permasalahan hidup hingga waktu terbuang sia-sia❓❓
💖 Allah berikan “ujian” yang berasal dari kesalahan kita,
💖 dan Allah (pun) tawarkan solusinya, 
💖 Sungguh kita tidak akan bisa lari dari kenyataan, 
💖 Fafirruu ilallah, berlari dan meminta pertolongan kepadaNya, pemilik semua jagad raya dan isinya
💖 Fafirruu ilallah, berlarilah menghadap Allah dengan sholat dan sabar
💖 Fafirruu ilallah, berlari dan berserah diri hanya kepada Allah, memohon ampun dan petunjukNya..
💖 Kala itu Allah ubah bara api ya panas menjadi dingin sehingga tidak melukai tubuh Nabi Ibrahim, *hasbunallah wa nimal wakiil* yang diucapkannya..
💖 *hasbunallah wa nimal wakiil*, Dzikir ini pun yang  Nabi Muhammad Saw ucapkan ketika mengahadapi ancaman pasukan kafir
💖 ..bukanlah seorang mukmin jika ia berputus asa (dari Rahmat Nya)

💖 *….dan semakin teraniaya batinmu maka semakin dekat hatimu denganNya*
💖 Bersyukurlah atas segala “nikmat” – nikmat yang Allah berikan!
#KhairunnasAnfauhumLinnas

*sumber foto: google

KotaHujan|uwi|150417|19:30

Advertisements
 
 

Tags: ,

Agar Hidup Lebih Bermanfaat

Agar Hidup Lebih Bermanfaat

Terkadang kita merasa hidup ini hampa, padahal banyak hal yang ingin kita “kejar”, banyak hal yang ingin kita perbuat agar hidup ini (terasa) lebih berwarna dan memberi warna terhadap lingkungan sekitar.

berikut beberapa tips agar hidup lebih bermanfaat:

  • Selalu ingat hakikat hidup

Selalu ingat bahwa hidup di dunia ini hanya sementara dan tidak kekal. Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepadaNya, dengan menjalankan segala perintahnya dan menjauhi larangannya. Tak hanya melalui “surat cinta” Nya, Allah juga telah memerintah kekasihnya sebagai pembawa risalah yang telah berhasil merubah peradaban umat manusia hingga seperti sekarang. Telah dikenal dipenjuru dunia, dicintai oleh orang-orang beriman dan selalu dilantunkan puji-pujian untuknya, syafaatnya selalu diharapkan oleh setiap orang beriman, Ya… Nabi Muhammad SAW manusia yang paling mulia disisi Allah, panutan bagi kita semua.

Allah telah memberikan pedoman yang begitu lengkap melalui surat cintanya, banyak buku yang meceritakan kisah Nabi dan para sahabatnya yang bisa kita teladani dan dijadikan pedoman, namun pada faktanya terkadang kita sulit untuk menjalankannya. Berbagai cobaan dan rintangan yang kita alami seolah-olah membuat kita merasa putus asa dan cenderung pasrah dengan kondisi saat itu, mengabaikan perintahnya dan terus berbuat kerusakan. Maka ingatlah bahwa ini hanya skenario Allah, ini hanya ladang ujian kita sebelum benar-benar masuk kedalam kehidupan yang kekal kelak.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan“ (Al-Anbiya’ :35).

  • Tinggalkan kesia-siaan

Cobalah untuk selalu memikirkan dampak dari apa yang kita lakukan, ketika kita akan melakukan tindakan “a” apakah ini bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain ataukah justru memicu kerusakan?jika berdampak negatif, maka jangan lakukan.

Abu Hurairah ra. berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Di antara tanda sempurnanya Islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.” [Tirmidzi no. 2318, Ibnu Majah no. 3976]

  • Fokus pada tujuan

Banyak hal yang ingin kita capai seringnya membuat kita tidak fokus dan cenderung acuh terhadap lingkungan.

Bikin skala prioritas dan mulai dengan niat untuk beribadah kepadaNya. Semoga apa yang akan kita capai bermanfaat untuk orang lain dan dicatat sebagai Ibadah.

Selesai urusan maka bergegaslah ke urusan lain yang harus kita kerjakan.

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٥) إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٦) فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ (٧) وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ   (٨)

“…Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudaha, Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras untuk (urusan yang lain), dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap” [Al Insyirah: 5-8]

Tak apa Lelah dan bersusah payah, asalkan LILLAH !!

“Kejar akhirat maka dunia akan ku dapat”

Sumber:

  1. www.tafsir.web.id
  2. www.dakwatuna.com

#selfreminder#Yuuuuuukk….. semangatmenebarmanfaat 🙂

KotaHujan||2:39PM||260916

 

 

 

Tags: , , ,

Silaturahmi – AyLB

SILATURAHMI 13072016

 
 

Tags: , , ,

Waktu Umur Kita Amat Terbatas Tapi Allah Menyiapkan Ladang Amal Yang Tak Terbatas

AYLB manfaatkan waktu

 
Leave a comment

Posted by on June 24, 2016 in FICTION, NONFICTION & MOTIVATION, HOME

 
Image

Ini Gue.. Gentar!!

Ini Gue.. Gentar!!

Cuaca sore itu tampak masih diselimuti awan tebal, meskipun beberapa saat hujan telah reda, tak heran sih.. hidup di kota hujan (menurut kebanyak orang) hampir setiap sore hujan turun, bagi gue tak masalah asal jangan Hati gue ajah yang diselimuti awan hitam dan hujan lebat.hahah….

Oh iya… perkenalkan (sebut saja) gue Gentar, Gentar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ada banyak makna, tapi sesuai dengan tingkah gue, gue ambil arti Gentar dalam KBBI adalah gerakan berulang-ulang yang cepat sekali * maksa.haha…

Gue anak rantau di sini karena tuntutan profesi dan himpitan ekonomi, demi membeli sesuap nasi untuk menyambung hidup, jadi gue terpaksa harus hengkang dari habitat asli gue *berasa memelas banget guee… haha…

**

Okeh back to the topic…

Seperti biasa gue pulang dari Dinas (*biar kerenan dikit..haha) sekitar pukul 5 sorean-lah… sore itu gue gak langsung balik ke kos-an, tapi mangkal bentar di tukang print2an, biasa kerjaan gue hampir tiap minggu ‘mangkal’ di abang-abang  print. Bahkan si abang udah tau pesenan gue kalau ngeprint harus seperti apa (grayscale, satu kertas buat dua halaman) gak ngirit sih.. cuman biar gak nimbun banyak kertas ajah, global warming  *alibi.haha.  “Yang mana?seperti biasa ya?” tanya si abang setelah gue nyodorin benda kecil warna putih bertuliskan T*S**BA yang isinya file penting (versi gue) Hahah…

Selesai ‘mangkal’, gue pindah lagi ke lapak ke-2 kebetulan stok makanan lagi kosong,,, *gue suka ‘semidih’ gitu kalo udah pulang nguli ato pas libur… seharian gak keluar kamar,, meskipun ukuran kamar gue cuma sepetak berasa gak sebanding dengan hal yang gue kerjain, banyak hal yang gue lakuin dan gue menganggap itu sebagai passion gue *ihiiiirrr…ihiirr,,,  jadi gue harus punya perbekalan  buat “semedih”! haha..

Lapak ke-2  yang gue kunjungi adalah temennya “Beta(mart)” haha…  jaraknya gak terlalu jauh cuma tinggal kedip mata ajah sambil nyebrang beberapa langkah udah sampe,, eiitsss belum nyampe juga, ternyata… tetiba mata gue tertuju sama anak kecil, 2 anak kecil tepatnya… seumuran kelas 2 SD kali yah… (ceritanya gue tuh orangnya sensitifan gituu daah.. dan imajinasi gue langsung bekerja ngebayangin anak kecil itu ade gue *padahal aslinya mah gue gak punya ade..hahah..)

Iyup sebelum gue nyebrang, gue perhatiin anak kecil itu, yang satu lagi megangin sepeda sambil merhatiin temennya tengok kanan kiri, temennya tadi mukanya memelasi keliatan ragu mau melakukan sesuatu, dia tengok kanan kiri seperti mau nyebrang, naluri ‘ibu peri’ gue mulai bekerja .. tink..tink… *hasssiiikkk… sombong beuuut dah…

“Dek mau nyebrang ya?” tanya gue sok bae. “iya mba” jawab si ade. Daan… clink kita sudah sampai di sebrang, ternyata si ade mau ke lapak yang sama kaya gue.. dan disebrang sana temannya yang megangin sepeda sedang menunggu sambil memperhatikan si ade yang masuk ke lapak. Gue langsung ngeburu makanan dan si ade-pun berlalu dengan buruannya dan pesenan temannya tadi.  Gue ngantri dikasir belakang si ade.. si kasir mulai mengitung makan si ade tapi.. ternyata uang ade gak cukup. Dia berlalu di depan pintu memberikan kode ke temannya yang disebrang dengan bahasa dan gerakannya yang ternyata tidak sampai ke temannya, temannya gak paham apa yang dimaksud, atau mungkin temannya takut harus menyebrangi kontainer2 gede, angkot yang lalu lalang dan mobilitas penjalan kaki yang rame namun kurang begitu peka dengan kedaan sekitar. Gue yang ngeliat adegan itu merasa ternyuh, gue merasa seperti Kakaknya (yang entah gue gak tau dia sebenarnya punya kakak atau gak. Haha.. )

Dibalik pintu, adegan tawar menawar gue dan si ade terjadi, dia menolak bantuan gue… meskipun beberapa kali gue paksa untuk nerima, gue bingung, akhirnya gue bayarin ke kasir dan gue serahin makanan ke si ade. Sambil nerima dia langsung nyodorin uangnya yang dia punya dan bingung menatap ke kasir dan gue.. (gue gak kuat ngeliat wajah polos si ade yang kebingungan dan ****) rasa-rasanya ingin menyudahi adegan itu… *cut..cut…. “teriak produser” hahah….

Beress… tiba saatnya  giliran gue yang harus nebus makanan yang gue embat, tapi hati gue masih belum tenang, berasa ada misi yang harus dituntaskan… *assiikk

“Oh iyaaa… si ade pulangnya gimana… dia nyebrang pun dengan perjuangan” *lebayyy… “khawatir kenapa-kenapa”, hati gue mulai ambil peran. Dan akhirnya sebelum nebus gue bilang ke ade “De mau nyebrang kan, nanti ya tunggu, kita bareng ajah”  gue gak pikir panjang,, meskipun harus bolak balik nyebrang karena beda arah, ade gue lebih penting *eeh… sejak kapan punya ade?hahah…

Akhirnya si ade berhasil nyebrang dan ketemu dengan temannya, gue pamit ke ade dan keluar kata yang menenangkan dari si ade sambil menampakkan raut wajahnya yang melegakan… Masya Allah…. gue merasa melayang, gue merasa ada spirit baru dari low langsung full, gue merasa lebih sehat,  wajah gue seperti bercahaya *pplaak… bangun dari lamunan.haha…

Tapi jujur gue merasakan itu… bukan semata-mata karena tindakan gue  tapi bersyukur karena Allah telah mempercayakan gue untuk melaksanakan misi itu… gue merasa kesempatan seperti itu langka dan hanya segelintir orang yang menyadari kalau Allah telah memberikan signal yang positif, tapi kebanyakan signal itu gak ditangkap oleh hambaNya, untung ajah gue waktu itu sadar, moga kedepannya juga nyadar terus.. hihihi….

“Hidayah itu dijemput bukan ditunggu”

Gue keingetan sama Ayat Ini:

Surat Al-Mäidah (5) ayat 2:

Artinya: “…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan”.

Berbagi itu menyehatkan,

Berbagi itu melegakan,

Berbagi itu menentramkan,

Berbagi itu mensucikan (hati) dan (harta),

Hadits riwayat Salim Radhiyallahu’anhu dari bapaknya :

Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Seorang muslim itu adalah saudara muslim lainnya, dia tidak boleh menzaliminya dan menghinakannya. Barang siapa yang membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan memenuhi keperluannya. Barang siapa yang melapangkan satu kesusahan seorang muslim, maka Allah akan melapangkan satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan hari kiamat nanti. Dan barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat.

(Hadits Shahih Muslim : 2580-58)

***

Pada akhirnya kitalah yang akan menetukan cerita kita kelak, kita semua adalah penulis,  penulis catatan amal kita, penulis biografi kita semasa di dunia. Semoga segala tindakan kita selalu dalam jalur yang Allah Ridhoi, Karena Hidup ini hanya untuk (kita) dan untuk NYA.

Sumber Foto: https://ayolebihbaik.com

Have a great weekend!! 🙂

07316uwiII6:28AMII09.04.2016

 

 

Tags: , , ,

SAKINAH BERSAMAMU

Bismillah…

Alhamdulillah setelah sekian lama baru nampak di dunia yang sarat dengan berbagai pengetahuan dan manfaat jika kita mampu memfilter segala sesuatu yang kita dapat dari dunia virtual ini, seperti halnya dengan perumpamaan “pisau” akan menjadi sangat bermanfaat jika digunakan oleh pemasak/koki yang handal untuk memotong sayur misalnya, ataupun memotong daging dan berbagai bahan lainnya, begitupun sebaliknya akan menjadi malapetaka jika yang menggunakan adalah penjahat misalanya atau anak kecil yang tidak bisa mengetahui fungsi dari pisau itu sendiri, dan sederet lainnya yang memanfaatkan alat ini yang tidak semestinya.

Entah mengapa kali ini hati saya tergerak untuk mendorong pikiran saya agar berbagi dari berbagai hal yang saya miliki melalui media ini, dan akhirnya jari jemari ini pun tergerak untuk menekan tombol demi tombol yang merangkaikan kata demi kata yang semoga bermanfaat bagi setiap orang yang membacanya dan menjadi catatan amal bagi penulis amatiran seperti saya ini .

Kali ini saya akan mencoba untuk berbagai resensi buku Mba Asma Nadia yang berjudul:

SAKINAH BERSAMAMU

Ekhmm..cie..cie… #kode.. 😛

Sakinah Bersamamu

“Cinta bukanlah mencari pasangan yang sempurna, tapi menerima pasangan dengan sempurna.” Mantappsss…

Let’s goo… belajar bijak berumah tangga melalui cerita :D.

Yang belum menikah wajib bangettt belajar dari para praktisinya, hehehe.. semoga dipermudah segala sesuatunya dalam menjemput sang pangeran (upz.. akhwat zone t.t)

Ya elah ngelantur dah ini.. perhatian tulisan diatas bukanlah bagian dari cerita yang ada di buku Mba Asma yah.. 😀

Okkeh kita kembali ke resensi buku yah…

buku ini adalah sebuah kado pernikahan untukmu, yup! betul untukmu ukhti dan akhi :

  • Yang dalam proses pernikahan,
  • Yang baru saja menikah,
  • Yang sudah lama menikah dan berbahagia,
  • Yang sudah lama menikah dan kurang bahagia,
  • Yang belum menikah tapi ingin menikah dan berbahagia,
  • Yang sudah menikah dan ingin menikah lagi??Hmm.. Baca dulu buku ini semoga bisa memperbaharui rasa pernikahan tanpa berpaling ke lain hati.

BERBEDA ITU PELANGI

          Pernikahan mempertemukan dua karakter, beberapa hal yang bisa dijadikan alternative untuk mengatasi hal tersebut diantaranya, 1) baik suami ataupun istri berusaha mendekatkan karakter mereka yang berbeda bak bumi dan langit dengan usaha semaksimal mungkin dengan jangka waktu yang tak terbatas, misal dalam kasus suami yang cenderung sulit mengungkapkan rasa sayang, maka harus lebih bersikap ekspresif sedangkan istri yang cenderung ingin diperhatikan harus lebih menjaga diri dari kesan kecurigaan akan sikap suami yang dingin, 2) saling menerima keadaan masing-masing baik segala kekurangan atau bahkan kelebihan.

CANTIK DI MATA SUAMI

         Istri yang sudah menikah lama cenderung tidak memikirkan penampilannya, padahal berdandan berpenampilan menarik dihadapan suami adalah suatu keharusan.

Salahkah jika masih saja butuh melihat pasangannya menyejukkan pandangan?tak peduli apa yang dilalui istri sepanjang hari, dari mulai bangun tidur, masak, mengantar anak ke sekolah, nyuci, ngepel, dan seabreg aktifitas lainnya hingga lupa akan penampilannya.

Pola pikir yang salah yang wajib kita buang jauh-jauh:

“udah cantik dan susah payah jaga penampilan gitu percuma aja toh, suami selingkuh juga! Mendingan biasa-biasa aja deh!”

Seharusnya pola pikir kita diubah begini:

“ kalau istri yang rajin mengurus diri saja dikhianati, bagaimana kita yang setiap hari meghadapi suami dengan muka berminyak karena kelamaan di dapur? Atau selalu mengenakan daster yang sama dan lecek karena gak sempet disetrika??”

BAYANGAN KEKASIH DI MASA LALU

Punya mantan?masih suka keinget?? Pernah terlintas jika sebenarnya soulmate kita ada di tempat lain dan kita telah menikah mungkin dengan orang yang tidak tepat??

Simpan jawaban masing-masing dalam lipatan perenungan. *pasangmukaserius 😛

Sebelum menyesal, sebelum sesuatu yang lebih buruk terjadi, ketika angan-angan akan masa lalu yang tiba-tiba hinggap, segeralah hidupkan kesadaran, setan berusaha untuk melancarkan tipu dayanya. Mungkin dia mengintip dalam mimpi, atau rasa penasaran dan rasa keingin tahuan terhadapnya. Eiits… h e n t I k a n!! Tarik nafas serta berdo’a untuk kebaikan mantan dan keluarga saat ini. Lalu pandanglah sekitar, rasakan bahwa kebahagiaan itu disini, yah disini… bersama suami dan anak-anak kita bukan bersama masa lalu dan angan-angan yang tak sampai.

BUNDA BEKERJA ATAU DI RUMAH

Pada bagian ini yang sangan menyentuh hati, menyadari betapa pentingnya hal ini dan semakin mantap untuk tetap merawat dan menjaga keluarga adalah ketika adegan sang istri meminta ijin untuk bekerja kepada suami dan ketiga anaknya, dengan berat hati mereka mengijinkan sang bundanya untuk bekerja meski sebenarnya amat berat bagi anaknya terutama anak yang paling terakhir, namun mereka mengurungkan kata hatinya untuk mengatakan ketidaksetujuannya karena ingin menyenangkan ibundanya. Hingga suatu ketika saat ibundanya pulang terlambat sehingga makan malampun terlambat disiapkan olehnya, dalam percakapan tiga anak di dapur itu terjadi, Ibnu, Zahra dan Fatimah:

Ibnu : Ugh… ternyata masak susah yah?”

Zahra   : (tertawa) … makanya, tahunya jangan Cuma makan ajah.

Fatimah (sikecil) : (sendu).. aku kangen sama masakan bunda” 😦

Seketika hening dan tiga kakak beradik itu saling melebur peluk. Waktu yang terampas. Seperti mengkiaskan makna lebih pada kata bunda.

Bayangkan betapa berharganya mereka keluarga kita, jika kita memutuskan berdasarkan ego saja, tanpa mempertimbangkan masa depan keluarga kita terutama buah hati kita. ibu rumah tangga adalah profesi yang mulia dan tiada duanya menurut saya. Dari sinilah lahir generasi penerus bangsa dan agama, akan lahir generasi yang berkualitas dari umi, bunda, mama, ema ….. melloowww.. huhuhu…

Sett.. hilangkan melooww.. itu baru sebagian isi dari buku mba Asma, dan tentunya akan jauh lebih menarik dan menyentuh jika baca langsung dari goresan pena sang penulis best seller tak seperti saya inih… yang masih butuh belajar ekstra keras..

Tulisan ini termotivasi dari buku pinjaman yang tak sengaja saya temukan disela-sela silaturahmi di daerah kawasan pendidikan di Jatinangor, buku yang ingin sekali saya beli waktu itu namun Allah SWT menakdirkan lain, saya meminjam tepatnya “ditawari “(ah bilang aja ngerayu biar gak jadi beli… 😛 haha gak juga sih) but Jazakillah Ukhti J salah satu sahabat saya di Wisma. Nah karena tidak ingin ilmu yang ada di buku ini ilang begitu saja sebelum saya mempraktekkan maka saya tulis dah beberapa bagian disini.hehe

Well semoga coret-coretan ini bermanfaat bagi sahabat semuanya. Mohon maaf jika ada rangkaian kata yang kurang berkenan so…. Welcome to SAKINAH BERSAMAMU. Grab this book fast. *promo 😛

Kota hujan, kosan abu-abu No.25

ditemani tak..tik..tak..tik jam dinding color red kesayanganku (karena cuma satu2nya :P)

21:46

21 rabiul awal 1436H/12 Jan 2015

 
 

Tags: , , , , ,

 
%d bloggers like this: