RSS
Aside
29 Sep
Bagaimana Mengistiqomahkan Semangat Dakwah

Tulisan ini sebetulnya notula dari Forum Diskusi Bersama Alumni DKM DI IKOPIN, tema yang diambil saat itu spontan yang diurai dari issue yang dibuka oleh salah satu anggota forum. Mencoba untuk berbagi dan berinteraksi semoga bermanfaat ๐Ÿ™‚

โ€œBagaimana Mengistiqomahkan Semangat Dakwahโ€

Kata “Istiqomah” secara bahasa berarti : Tegak dan Lurus

Sedangkan secara Istilah, para salafus shalih memberikan beberapa definisi, diantaranya :

  1. Abu Bakar Ash Shiddiq radhiallahu ‘anhu : “Hendaknya kamu tidak menyekutukan Allah dengan apapun juga”.
  2. Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu : “Hendaknya kita bertahan dalam satu perintah atau larangan, tidak berpaling seperti berpalingnya seekor musang”.
  3. Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu : “Istiqomah artinya ikhlas”.
  4. Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu : “Istiqomah adalah melaksanakan kewajiban”.
  5. Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu : “Istiqomah mengandung 3 macam arti : Istiqomah dengan lisan (yaitu bertahan terus mengucapkan kalimat syahadat), istiqomah dengan hati (artinya terus melakukan niat yang jujur) dan istiqomah dengan jiwa (senantiasa melaksanakan ibadah dan ketaatan secara terus-menerus).
  6. Ar Raaghib : “Tetap berada di atas jalan yang lurus” [istiqomah, Dr. Ahmad bin Yusuf Ad Duraiwisy, Darul Haq].
  7. Imam An Nawawi : “Tetap alam ketaatan” (Kitab Riyadhus Shalihin). Sehingga Istiqomah mengandung pengertian : “tetap dalam ketaatan dan di atas jalan yang lurus dalam beribadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla”.
  8. Mujahid : โ€œIstiqamah adalah komitmen terhadap syahadat tauhid sampai bertemu dengan Allah Taalaโ€.
  9. Ibnu Taimiah : โ€œMereka beristiqamah dalam mencintai dan beribadah kepada-Nya tanpa menoleh kiri kananโ€. Dengan kata lain istiqomah mengandung suatu arti mendalam dalam beribadah kepada-Nya, mencintai sepenuh hati dalam mencari Ridha-Nya.

“Seseorang yang istiqomah memiliki pendirian yang stabil dalam menuju Ridha Allah. Dia tidak tergoyahkan oleh usia, lingkungan atau ujian dan cercaan. Dia bagaikan karang yang melawan tempaan ombak.” (oasetarbiyah)

Istiqomah adalah kondisi dimana kita dapat melakukan hal secara terus menerus yang diiringi dengan evaluasi, peningkatan kualitas diri, sehingga timbul motivasi untuk terus memperbaiki diri, kalau kata dosen manajemen saya mah continuous improvement hehe

Mengapa Engkau Menangis Ya Rasulullah?

โ€œWahai Rasullullahโ€ฆ Bukankah mayat yang diusung itu adalah seorang Yahudi? Dia bukan seorang Muslim Ya Rasulullah.. Mengapa kau menangis?โ€, tanya seorang sahabat kepada baginda.

โ€œAku menangis karena tidak dapat membawanya ke arah iman. Aku tidak dapat menyelamatkannya dari api neraka Allah Subhanahu Wataaโ€™la.โ€, jawab Nabi SAW.

Begitu cintanya beliau dengan sesama makhluk Allah, bahkan dengan Yahudi sekalipun yang sudah jelas-jelas menyekutukan Allah, apalagi kecintaan beliau dengan keluarganya, sahabatnya dan bahkan Ummat beliau, karena CINTANYA yang begitu besarlah Nabi selalu istiqomah mengemban amanah Allah, istiqomah dalam memerangi kejahiliyahan manusia. Cercaan dan makian serta fitnah tak luput dari kehidupan beliau namun beliau sangat istiqomah bahkan dengan nyawanya sekalipun beliau pertaruhkan.

Bisakah sahabat membayangkan, apa jadinya jika Rasulullah tidak istiqomah???…..

Lantas… alasan apalagi yang membuat kitaย tidak istiqomah??ujian kita tak sebanding dengan ujian yang dialami oleh baginda Rasul, jauuuuhh lebih berat dari ujian kita.

Apa Penyebab Futur dan Lunturnya Semangat Dakwah?

kepedulian kita terhadap sesama dan lingkungan menyadarkan kita untuk selalu beristiqomah di jalanNya, namun perjalanan itu tak semulus yang kita harapkan adakalanya kerikil-kerikil itu pasti datang menghampiri bahkan bertubi-tubi hingga pada klimaksnya kita akan mengalami kondisi dimana kejenuhan dan keputusasaan itu datang, yah… kondisi futur memang telah hinggap, namun apakah akan kita biarkan begitu saja?kondisi futur yang terus menurus akan mengerogoti semangat dakwah kita bahkan iman kita?? STOP. (berasa ngerem mendadak.hehehe). Sebenarnya terkadang kita tidak dalam mengalami kondisi futur, hanya saja kejenuhan akan sesuatu hal yang menyebabkan kita lelah dan bosan sehingga tidak bersemangat. Lunturnya semangat dakwah tak hanya datang dari internal saja namun faktor eksternal juga sangat berperan, kekecewaan akan sistem yang dijalankan, ekspektasi yang tinggi terhadap makhluk Allah, sehingga timbul ketidakterimaan terhadap “kesalahan” yang dilakukan oleh kader dakwah, begitu terpengaruhnya kita terhadap lingkungan dan perkataan orang lain juga salah satu penyebab lunturnya semangat.

Bagaimana menumbuhkan dan Mendawamkan semangat Dakwah?

Sebenarnya ada banyak cara untuk menumbuhkan semangat dan kemudian mendawamkannya, cara setiap orangpun berbeda-beda, menyendiri dan bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah bisa menjadi salah satu alternatif, mencari suasana baru, jalan santai menikmati karunia dan kebesaran Allah.

Berikut adalah kita agar tetap istiqomah:

  1. Memahami dan mengamalkan dua kalimat syahadat dengan baik dan benar,Allah Taโ€™ala berfirman,
    ูŠูุซูŽุจูู‘ุชู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุจูุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุงู„ุซูŽู‘ุงุจูุชู ูููŠ ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉู ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽูููŠ ุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ูˆูŽูŠูุถูู„ูู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ุธูŽู‘ุงู„ูู…ููŠู†ูŽ ูˆูŽูŠูŽูู’ุนูŽู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูŽุง ูŠูŽุดูŽุงุกู

    โ€œAllah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang lalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.โ€ (QS. Ibrahim: 27)
    Tafsiran ayat โ€œAllah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh โ€ฆโ€ dijelaskan dalam hadits berikut.

    ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุฅูุฐูŽุง ุณูุฆูู„ูŽ ููู‰ ุงู„ู’ู‚ูŽุจู’ุฑู ูŠูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุŒ ููŽุฐูŽู„ููƒูŽ ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู ( ูŠูุซูŽุจู‘ูุชู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุจูุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุงู„ุซู‘ูŽุงุจูุชู ููู‰ ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽููู‰ ุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉู )

    โ€œJika seorang muslim ditanya di dalam kubur, lalu ia berikrar bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, maka inilah tafsir ayat: โ€œAllah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhiratโ€.โ€9

    Qotadah As Sadusi mengatakan, โ€œYang dimaksud Allah meneguhkan orang beriman di dunia adalah dengan meneguhkan mereka dalam kebaikan dan amalan sholih. Sedangkan di akhirat, mereka akan diteguhkan di kubur (ketika menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir, pen).โ€ Perkataan semacam Qotadah diriwayatkan dari ulama salaf lainnya.10

    Mengapa Allah bisa teguhkan orang beriman di dunia dengan terus beramal sholih dan di akhirat (alam kubur) dengan dimudahkan menjawab pertanyaan malaikat โ€œSiapa Rabbmu, siapa Nabimu dan apa agamamuโ€? Jawabannya adalah karena pemahaman dan pengamalannya yang baik dan benar terhadap dua kalimat syahadat. Dia tentu memahami makna dua kalimat syahadat dengan benar. Memenuhi rukun dan syaratnya. Serta dia pula tidak menerjang larangan Allah berupa menyekutukan-Nya dengan selain-Nya, yaitu berbuat syirik.

  2. Mengkaji Al Qurโ€™an dengan menghayati dan merenungkannya,Allah menceritakan bahwa Al Qurโ€™an dapat meneguhkan hati orang-orang beriman dan Al Qurโ€™an adalah petunjuk kepada jalan yang lurus. Allah Taโ€™ala berfirman,
    ู‚ูู„ู’ ู†ูŽุฒูŽู‘ู„ูŽู‡ู ุฑููˆุญู ุงู„ู’ู‚ูุฏูุณู ู…ูู†ู’ ุฑูŽุจูู‘ูƒูŽ ุจูุงู„ู’ุญูŽู‚ูู‘ ู„ููŠูุซูŽุจูู‘ุชูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ูˆูŽู‡ูุฏู‹ู‰ ูˆูŽุจูุดู’ุฑูŽู‰ ู„ูู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ

    โ€œKatakanlah: โ€œRuhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Qurโ€™an itu dari Rabbmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)โ€.โ€ (QS. An Nahl: 102)
    Oleh karena itu, Al Qurโ€™an itu diturunkan secara beangsur-angsur untuk meneguhkan hati Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam sebagaimana terdapat dalam ayat,

    ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ูƒูŽููŽุฑููˆุง ู„ูŽูˆู’ู„ุง ู†ูุฒูู‘ู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ุฌูู…ู’ู„ูŽุฉู‹ ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู‹ ูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ู„ูู†ูุซูŽุจูู‘ุชูŽ ุจูู‡ู ููุคูŽุงุฏูŽูƒูŽ ูˆูŽุฑูŽุชูŽู‘ู„ู’ู†ูŽุงู‡ู ุชูŽุฑู’ุชููŠู„ุง

    โ€œBerkatalah orang-orang yang kafir: โ€œMengapa Al Qurโ€™an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?โ€; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (teratur dan benar).โ€ (QS. Al Furqon: 32)
    Al Qurโ€™an adalah jalan utama agar seseorang bisa terus kokoh dalam agamanya.ย  Alasannya, karena Al Qurโ€™an adalah petunjuk dan obat bagi hati yang sedang ragu. Sebagaimana Allah Taโ€™ala berfirman,

    ู‡ููˆูŽ ู„ูู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ู‡ูุฏู‹ู‰ ูˆูŽุดูููŽุงุกูŒ

    โ€œAl Qurโ€™an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman.โ€ (QS. Fushilat: 44). Qotadah mengatakan, โ€œAllah telah menghiasi Al Qurโ€™an sebagai cahaya dan keberkahan serta sebagai obat penawar bagi orang-orang beriman.โ€ Ibnu Katsir menafsirkan ayat tersebut, โ€œKatakanlah wahai Muhammad, Al Qurโ€™an adalah petunjuk bagi hati orang beriman dan obat penawar bagi hati dari berbagai keraguan.โ€14
    Oleh karena itu, kita akan saksikan keadaan yang sangat berbeda antara orang yang gemar mengkaji Al Qurโ€™an dan merenungkannya dengan orang yang hanya menyibukkan diri dengan perkataan filosof dan manusia lainnya. Orang yang giat merenungkan Al Qurโ€™an dan memahaminya, tentu akan lebih kokoh dan teguh dalam agama ini. Inilah kiat yang mesti kita jalani agar kita bisa terus istiqomah.

  3. Iltizam (konsekuen) dalam menjalankan syariโ€™at Allah,ย Maksudnya di sini adalah seseorang dituntunkan untuk konsekuen dalam menjalankan syariโ€™at atau dalam beramal dan tidak putus di tengah jalan. Karena konsekuen dalam beramal lebih dicintai oleh Allah daripada amalan yang sesekali saja dilakukan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits dari โ€™Aisyah โ€“radhiyallahu โ€™anha-, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu โ€™alaihi wa sallam bersabda,
    ุฃูŽุญูŽุจู‘ู ุงู„ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุฃูŽุฏู’ูˆูŽู…ูู‡ูŽุง ูˆูŽุฅูู†ู’ ู‚ูŽู„ู‘ูŽ

    โ€Amalan yang paling dicintai oleh Allah Taโ€™ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.โ€ โ€™Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya.
    An Nawawi rahimahullah mengatakan, โ€Ketahuilah bahwa amalan yang sedikit namun konsekuen dilakukan, itu lebih baik dari amalan yang banyak namun cuma sesekali saja dilakukan. Ingatlah bahwa amalan sedikit yang rutin dilakukan akan melanggengkan amalan ketaatan, dzikir, pendekatan diri pada Allah, niat dan keikhlasan dalam beramal, juga akan membuat amalan tersebut diterima oleh Sang Kholiq Subhanahu wa Taโ€™ala. Amalan sedikit namun konsekuen dilakukan akan memberikan ganjaran yang besar dan berlipat dibandingkan dengan amalan yang sedikit namun sesekali saja dilakukan.โ€16

    Ibnu Rajab Al Hambali menjelaskan, โ€Amalan yang dilakukan oleh Nabi shallallahu โ€™alaihi wa sallam adalah amalan yang konsekuen dilakukan (kontinu). Beliau pun melarang memutuskan amalan dan meninggalkannya begitu saja. Sebagaimana beliau pernah melarang melakukan hal ini pada sahabat โ€™Abdullah bin โ€™Umar.โ€Yaitu Ibnu โ€™Umar dicela karena meninggalkan amalan shalat malam.

    Dari โ€˜Abdullah bin โ€˜Amr bin Al โ€˜Ash radhiyallahu โ€˜anhuma, ia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berkata padanya,

    ูŠูŽุง ุนูŽุจู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุŒ ู„ุงูŽ ุชูŽูƒูู†ู’ ู…ูุซู’ู„ูŽ ููู„ุงูŽู†ู ุŒ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ูŽ ููŽุชูŽุฑูŽูƒูŽ ู‚ููŠูŽุงู…ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู

    โ€Wahai โ€˜Abdullah, janganlah engkau seperti si fulan. Dulu dia biasa mengerjakan shalat malam, namun sekarang dia tidak mengerjakannya lagi.โ€

    Selain amalan yang kontinu dicintai oleh Allah, amalan tersebut juga dapat mencegah masuknya virus โ€futurโ€ (jenuh untuk beramal). Jika seseorang beramal sesekali namun banyak, kadang akan muncul rasa malas dan jenuh. Sebaliknya jika seseorang beramal sedikit namun ajeg (terus menerus), maka rasa malas pun akan hilang dan rasa semangat untuk beramal akan selalu ada. Itulah mengapa kita dianjurkan untuk beramal yang penting kontinu walaupun jumlahnya sedikit.

Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan karuniaNya kepada hamba-hambaNya, menguatkan kita untuk terus istiqomah dijalan Dakwah.

*jika berkenan mohon review dan koreksiannya ๐Ÿ™‚

Jazakallah atas semuanya,

Mohon maaf atas khilaf dan salah ๐Ÿ™‚

KotaHujan II 10:39PM

sumber:

  1. Notula Diskusi Bersama Alumni DI IKOPIN 26.09.2015
  2. http://hijau-lumut.blogspot.co.id/2009/09/sering-kan-kita-mendengar-kata.html
  3. http://rumaysho.com/731-kiat-agar-tetap-istiqomah-seri-1.html

Bagaimana Mengistiqomahkan Semangat Dakwah

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on September 29, 2015 in ISLAMIC

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: