RSS

Monthly Archives: July 2015

Akhirnya, Saya haramkan beasiswa LPDP untuk diriku dan keluarga kecilku

catatan khabib khumaini

Disclaimer:

  1. Saya memaksakan keyakinan ini kepada diri saya dan keluarga kecil saya, bukan untuk orang lain. Kenapa? karena saya bukan ulama sehingga saya tidak berhak memberikan suatu fatwa, apalagi menyangkut halal-haram.
  2. Bagi yang mempercayai kebenaran tulisan ini, maka tolong dicek  lagi sumber asli nya sehingga keyakinan tersebut menjadi semakin kuat dan diberi kekuatan Allah menjalani konsekuensinya.
  3. Bagi yang tidak mempercayai maka silahkan mencari sumber yang lebih terpecaya, syukur2 bisa bertanya langsung ke ulama. Tentu kita harus memberikan informasi yang akurat kepada ulama tersebut. Semoga Allah menunjukkan kita jalan yang terbaik.

Permintaan Maaf

Saya menghapus chat history whatsapp terkait percakapan teman saya dengan manajemen LPDP. Hal ini disebabkan saya tidak meminta izin terlebih dahulu untuk melakukan, apalagi nama inisal dan sapaan tercantum di chat tersebut dan yang bersangkutan menganggap chat yang saya sampaikan tidak lengkap karena instrument tersebut. Saya meminta maaf kepada yang bersangkutan dan pembaca atas perbuatan saya…

View original post 1,308 more words

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on July 30, 2015 in HOME

 

Kau Campakkan AKU Setelah Inginmu Tercapai

Kau Campakkan AKU Setelah Inginmu Tercapai

Bismillah…

Seringkali diantara kita semangat untuk memperbaiki diri dikarenakan ada cita-cita atau mimpi yang akan kita capai baik dunia ataupun akhirat.

Banyak diantara kita atau lingkungan kita ketika musim ujian nasional para orang tua ataupun siswa bersamaan menggiatkan shaum sunnah, sholat malam dan ibadah lainnya, namun setelah diumumkan hasil ujian apakah rutinitas ini akan terus diamalkan?apakah ibadah ini dibenarkan?

Saya tidak bisa menjawab apakah ini benar atau tidak, ini hanya renungan untuk kita semua

Saat seorang pemuda/i mendambakan istri/suami yang ia idamkan (red: sholeh, sholehah, cakep, kaya, pebisnis, dan sederet angan-angan lainnya) lantas pemuda ini bersungguh-sungguh untuk memperbaiki diri Sholat tepat pada waktunya, rajin melaksanakan Sholat Duha, rajin Sholat Malam, Shaum sunnah gak ketinggalan, rajin ke pengajian, namun setelah impiannya tercapai (mendapatkan istri/suami idaman) apakah semangat ini akan berlanjut setelahnya??

fenomena pemuda ini yang ingin saya soroti, agak greget juga ngeliatnya merasa gak terima kalo Allah diperlakukan seperti itu, ibarat peribahasa “habis manis sepah dibuang” pemuda itu menyadari bahwa semua terjadi karena kehendak Allah, makanya Ia menggenjot frekuensi Ibadahnya lantas setelah apa yang ia inginkan terpenuhi…. dengan mudahnya pemuda ini mencampakkan frekuensi itu, dengan drastis menurunkannya.. Astaghfirullah semoga ini hanya konklusi dari yang terlihat saja tidak dari dalam diri pemuda itu.

Yah… nampak adanya perubahan setelah semua itu terjadi meskipun tidak semua berubah namun hal yang “krusial” dengan mudahnya ia lakukan.. Sholat yang awalnya tepat pada waktunya (setidaknya lewat sedikit) ia lakukan diakhir waktu, mungkin pemuda ini lupa waktu karena banyak hal yang ia kerjakan atau ketiduran atau alasan lainnya, okkeh.. apakah lupa waktu itu bisa terjadi secara terus menerus??? rasa-rasanya tidak begitu…

Mari kita renungkan bersama-sama, hakikat kita didunia untuk apa?hanya untuk beribadah KepadaNya

Mari kita dawamkan ibadah kita untuk selalu mendapat RidhoNya dan menggapai SurgaNya kelak,

Setiap detik ini adalah nikmat dan anugrah Allah, jadi tak sepatutnya kita berhenti untuk memperbaiki setelah apa yang kita inginkan tercapai,

Allah Maha Tahu apa yang kita BUTUHKAN bukan apa yang kita INGINKAN.

Jadilah orang CERDAS menurut Rasul,

Ibnu Umar radhiyallaahu ‘anhuma berkata, “Suatu hari aku duduk bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seorang lelaki dari kalangan Anshar, kemudian ia mengucapkan salam kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling utama?’ Rasulullah menjawab, ‘Yang paling baik akhlaqnya’. Kemudian ia bertanya lagi, ‘Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?’. Beliau menjawab, ‘Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas.’ (HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy. Syaikh Al Albaniy dalam Shahih Ibnu Majah)

Setiap orang memiliki masalalu kelam ataupun tidak ia behak atas masa depan yang cerah, siap yang bisa mengubah ini??

Mari kita saling koreksi diri dan memantaskan diri dihadapanNya,

Semoga kita senantiasa Istiqomah dijalanNya.

10.26AM II Office II KotaHujan

 
Leave a comment

Posted by on July 5, 2015 in HOME, ISLAMIC

 

Tags: , ,

 
%d bloggers like this: